1614955861 Arti Fungsi Komponen Rumus Likuiditas

Arti, Fungsi, Komponen, Rumus Likuiditas

Definisi Likuiditas Adalah

Yang dimaksud dengan likuiditas (likuiditas)? Definisi likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban membayar hutang jangka pendek yaitu; hutang usaha, hutang dividen, hutang pajak, dan lain-lain.

Pendapat lain mengatakan bahwa yang dimaksud dengan likuiditas adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk melunasi hutang yang harus segera dilunasi (kewajiban lancar) dengan menggunakan asetnya saat ini. Secara umum tingkat likuiditas suatu perusahaan ditunjukkan dalam angka-angka tertentu, seperti; angka rasio cepat, angka rasio lancar, dan angka rasio kas.

Dalam hal ini, semakin tinggi tingkat likuiditas suatu perusahaan maka semakin baik kinerjanya. Perusahaan dengan tingkat likuiditas yang tinggi biasanya memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan berbagai dukungan dari banyak pihak, misalnya; lembaga keuangan, kreditor, dan pemasok.

Baca juga: Definisi BEP

Pengertian Likuiditas Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami apa itu likuiditas, kita bisa merujuk pada pendapat para ahli berikut ini:

1. Bambang Riyanto

Menurut Bambang Riyanto (2010: 25) pengertian likuiditas adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dilunasi.

2. Syafrida Hani

Menurut Syafrida hani (2015: 121), pengertian likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban keuangan yang dapat dicairkan segera atau yang telah jatuh tempo. Secara spesifik, likuiditas mencerminkan ketersediaan dana yang dimiliki oleh perusahaan untuk memenuhi seluruh hutang yang akan jatuh tempo.

3. Handono Mardiyanto

Menurut Handono Mardiyanto (2009: 54) yang dimaksud likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendek (hutang) secara tepat waktu, termasuk melunasi sebagian hutang jangka panjang yang jatuh tempo pada tahun yang bersangkutan.

4. S. Munawir

Menurut S. Munawir (2007: 31), likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan pada saat dipungut.

5. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut KBBI, pengertian likuiditas adalah suatu hal yang menggambarkan posisi kas suatu perusahaan dan kemampuannya untuk melunasi kewajiban hutang pada saat jatuh tempo.

Baca juga: Definisi Neraca

Fungsi dan Manfaat Likuiditas

Likuiditas suatu perusahaan memiliki fungsi dan manfaat tersendiri bagi proses operasi perusahaan. Fungsi dan manfaat likuiditas adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai media dalam menjalankan aktivitas bisnis perusahaan sehari-hari.
  2. Sebagai alat untuk mengantisipasi kebutuhan dana yang mendesak atau mendadak.
  3. Untuk memudahkan nasabah (bagi bank atau lembaga keuangan) yang ingin melakukan pinjaman atau penarikan dana.
  4. Sebagai acuan tingkat fleksibilitas suatu perusahaan dalam memperoleh persetujuan investasi atau usaha lain yang menguntungkan.
  5. Sebagai alat untuk memicu perusahaan dalam upaya meningkatkan kinerja.
  6. Sebagai alat untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek.
  7. Dapat membantu manajemen dalam memeriksa efisiensi modal kerja.
  8. Membantu perusahaan dalam menganalisis dan menafsirkan posisi keuangan jangka pendek.

Baca juga: Definisi Audit

1614955830 87 Arti Fungsi Komponen Rumus Likuiditas

Komponen Likuiditas

Menurut Robert Fry Engle dan Joe Lange, dalam likuiditas terdapat tiga komponen dasar yaitu; Kepadatan, Kedalaman, dan Ketahanan. Masing-masing komponen tersebut saling terkait guna menjaga tingkat likuiditas dan stabilitas perekonomian suatu perusahaan.

Berikut penjelasan dari ketiga komponen tersebut:

  1. Massa jenisyaitu selisih atau jarak yang terjadi antara harga normal suatu barang dengan harga yang disepakati.
  2. Kedalamanyaitu kuantitas atau volume barang yang dijual dan dibeli pada tingkat harga tertentu.
  3. Ketahanan, yaitu laju kecepatan perubahan harga menuju harga efisien setelah terjadi deviasi atau volatilitas harga.

Baca juga: Definisi Dividen

Rumus untuk Mengukur Likuiditas

Secara umum, likuiditas diukur dengan rasio aset lancar (aktiva lancar) dengan hutang saat ini (kewajiban lancar) yang disebut rasio lancar (rasio arus). Namun, ada juga perusahaan yang menggunakan rasio lain sebagai pengukur likuiditas.

Berikut adalah beberapa rasio pengukuran likuiditas yang umum digunakan:

1. Rasio Lancar (Rasio saat ini)

Rasio lancar adalah tingkat kemampuan perusahaan dalam menggunakan aset lancar untuk melunasi semua kewajiban atau kewajiban lancar.

Rasio Lancar = Aktiva Lancar / Kewajiban Lancar

2. Rasio Cepat (Rasio cepat)

Rasio cepat merupakan tingkat kemampuan perusahaan dalam membayar hutang jangka pendek dengan menggunakan aset lancar tanpa memperhitungkan persediaan karena persediaan memerlukan proses yang lama untuk dapat diuangkan dibandingkan dengan aset lainnya.

Rasio Cepat = (Aset Lancar – Persediaan) / Lancar Kewajiban

3. Rasio Uang Tunai (Rasio Kas)

Rasio kas adalah tingkat kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang jangka pendek dengan menggunakan uang tunai, misalnya rekening koran.

Rasio Kas = Setara Kas / Lancar Kewajiban

4. Rasio Perputaran Uang Tunai (Rasio Perputaran Kas)

Rasio perputaran kas merupakan rasio yang menunjukkan nilai relatif antara nilai penjualan bersih dan kerja bersih. Dalam hal ini modal kerja bersih adalah semua komponen aktiva lancar dikurangi total hutang lancar.

Rasio Perputaran Kas = Penjualan Bersih / Modal Kerja Bersih

5. Rasio Modal Kerja terhadap Total Aset (Rasio Modal Kerja terhadap Total Aset)

Rasio Modal Kerja terhadap Total Aset (WCTA) adalah rasio yang dapat menilai likuiditas dari total aset dan posisi modal kerja.

WCTA = (Aset Lancar – Kewajiban Lancar) / Total Aset

Baca juga: Definisi Akuntansi

Demikian penjelasan singkat tentang Pengertian Likuiditas, Fungsi, Komponen, dan Jenis Likuiditas. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan anda.

sumber : maxmanroe.com