1614956062 Definisi Tujuan Instrumen Jenis Indikator

Definisi, Tujuan, Instrumen, Jenis, Indikator

Definisi Kebijakan Moneter

Apa yang dimaksud dengan kebijakan moneter (kebijakan moneter)? Definisi kebijakan moneter adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank pusat mengelola jumlah uang beredar suatu negara untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya menjaga stabilitas nilai mata uang, dan meningkatkan kesempatan kerja.

Pendapat lain menyatakan bahwa definisi kebijakan moneter adalah upaya pemerintah melalui Bank Sentral untuk mengendalikan ekonomi makro agar kondisinya lebih baik dengan mengatur jumlah uang yang beredar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di Indonesia, kebijakan moneter ini dilaksanakan melalui Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang mengarahkan perekonomian nasional. Dalam praktiknya, kebijakan moneter memiliki jeda waktu (jeda waktu) yang relatif lebih pendek dari kebijakan fiskal karena Bank Indonesia tidak memerlukan izin dari DPR dan kabinet dalam melaksanakan kebijakan moneter.

Baca juga: Kebijakan fiskal

Kebijakan Moneter Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami apa itu kebijakan moneter, selanjutnya kita bisa simak pendapat para ahli berikut ini:

1. Boediono

Menurut Boediono, pengertian kebijakan moneter adalah tindakan pemerintah (Bank Sentral) untuk mempengaruhi keadaan makro yaitu dengan cara menyeimbangkan jumlah uang beredar dan penawaran barang agar inflasi dapat dikendalikan, tercapainya kesempatan kerja penuh dan kelancaran suplai. / distribusi barang.

2. Perry Warjiyo

Menurut Perry Warjiyo, kebijakan moneter adalah kebijakan otoritas moneter atau bank sentral dalam bentuk pengendalian besaran moneter (agregat moneter) untuk mencapai perkembangan kegiatan ekonomi dengan memperhatikan siklus kegiatan ekonomi, sifat perekonomian suatu negara, dan faktor fundamental ekonomi lainnya.

3. Muana Nanga

Menurut Muana Nanga, kebijakan moneter adalah kebijakan yang dilakukan oleh otoritas moneter dengan mengendalikan jumlah uang beredar (suplai uang) dan suku bunga (suku bunga) untuk mempengaruhi tingkat permintaan agregat (permintaan agregat) dan mengurangi ketidakstabilan dalam perekonomian.

4. M. Natsir

Menurut M. Natsir, pengertian kebijakan moneter adalah segala tindakan atau upaya bank sentral untuk mempengaruhi perkembangan variabel moneter (uang beredar, suku bunga, suku bunga kredit, dan nilai tukar) untuk mencapai target yang diinginkan.

Tujuan Kebijakan Moneter

Sebagaimana disebutkan di paragraf pertama, tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk mencapai ekonomi makro yang lebih stabil. Misalnya, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan, meningkatkan kesempatan kerja, menjaga stabilitas harga, dan menjaga stabilitas neraca pembayaran.

Penjelasan lebih rinci mengenai tujuan kebijakan moneter adalah sebagai berikut:

  1. Mengedarkan mata uang Rupiah sebagai alat tukar untuk kegiatan ekonomi.
  2. Menjaga stabilitas antara kebutuhan ekonomi dan tingkat harga.
  3. Mengoptimalkan distribusi likuiditas untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.
  4. Menjaga stabilitas ekonomi dengan mengontrol arus barang dan jasa (produktivitas).
  5. Menjaga stabilitas harga di pasar dengan mengendalikan laju inflasi yang terjadi.
  6. Membantu meningkatkan peluang kerja dengan meningkatkan investasi agar lapangan kerja baru terbuka.
  7. Menjaga stabilitas keseimbangan Perdagangan Kerja Masyarakat dengan meningkatkan ekspor dan mengurangi impor.

Fungsi Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter yang dikeluarkan oleh Bank Sentral memiliki fungsi khusus bagi perekonomian suatu negara. Berikut adalah beberapa fungsi dari kebijakan moneter tersebut:

  1. Berfungsi untuk menjaga iklim investasi di suatu negara.
  2. Berfungsi untuk menciptakan banyak lapangan kerja.
  3. Membantu meningkatkan stabilitas pertumbuhan ekonomi suatu negara.
  4. Membantu meningkatkan neraca pembayaran.
  5. Menjaga stabilitas nilai tukar mata uang.
  6. Menjaga keseimbangan dan menjaga harga barang.
  7. Mengontrol laju inflasi di suatu negara.

Instrumen Kebijakan Moneter

Dalam implementasi kebijakan moneter, Bank Sentral menggunakan berbagai instrumen keuangan. Instrumennya adalah sebagai berikut:

1. Instrumen Live

  • Penetapan Suku Bunga, yang meliputi penetapan tingkat suku bunga simpanan atau suku bunga pinjaman Bank oleh Bank Indonesia.
  • Penetapan Pagu Kredityaitu ketentuan mengenai jumlah maksimal kredit yang dapat diberikan oleh bank.
  • Konstelasi likuiditasyaitu kewajiban Bank Umum untuk memelihara mata uang tertentu dalam persen, guna menghimpun dana untuk pembiayaan anggaran pemerintah.
  • Kredit Langsungyaitu kewajiban Bank Umum untuk memberikan kredit pada sektor tertentu.

2. Instrumen Tidak Langsung

  • Operasi Pasar Terbuka (OTP)yaitu kegiatan perdagangan surat berharga oleh Bank Sentral dan valuta asing di pasar valuta asing. OPT dilakukan untuk mempengaruhi tingkat suku bunga, likuiditas rupiah, inflasi dan nilai tukar.
  • Fasilitas Diskon (DF), yaitu instrumen kebijakan moneter yang mempengaruhi peredaran uang di masyarakat melalui penetapan diskon pinjaman Bank Sentral kepada Bank Umum. Tujuannya untuk mengurangi permintaan kredit dari bank dan membatasi peredaran uang.
  • Persyaratan Cadangan (RR)yaitu kewajiban Bank Umum untuk menyetor giro wajib minimum (GWM) tertentu dari Dana Pihak Ketiga pada Bank Sentral sehingga mempengaruhi kemampuan Bank Umum dalam menyalurkan kredit.

Baca juga: Pasar modal

Jenis dan Indikator Kebijakan moneter

Kebijakan moneter yang berlaku di Indonesia dibedakan menjadi dua jenis, sebagai berikut penjelasannya;

  1. Kebijakan Kontraktifyaitu kebijakan yang membatasi jumlah uang beredar akibat inflasi yang tinggi.
  2. Kebijakan Ekspansiyaitu kebijakan yang meningkatkan jumlah uang beredar yang bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat pada saat perekonomian sedang menurun.

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan kebijakan moneter, Bank Sentral menggunakan 3 indikator yaitu;

  1. Suplai uang (Penargetan Moneter)
  2. Penargetan Nilai Tukar (Penargetan Nilai Tukar)
  3. Target Inflasi (Penargetan Inflasi)

Berikut penjelasan pada tabel tersebut:

Indikator Definisi Keuntungan Kekurangan
Suplai uang (Penargetan Moneter) Tentukan pertumbuhan jumlah uang yang beredar di masyarakat sebagai target perantara Kebijakan moneter independen dimungkinkan agar bank sentral dapat fokus pada pengendalian inflasi > Penerapannya tergantung pada kestabilan hubungan antara jumlah moneter dan target akhir (inflasi).

> Sulit dimengerti oleh orang biasa.

Penargetan Nilai Tukar (Penargetan Nilai Tukar) Menetapkan dan menyesuaikan nilai mata uang domestik terhadap mata uang negara-negara besar yang memiliki tingkat inflasi rendah. > Dapat menurunkan laju inflasi.

> Sederhana dan mudah dipahami oleh publik.

> Target nilai tukar ditentukan oleh aturan yang mendisiplinkan kebijakan moneter

> Rentan terhadap tindakan spekulan.

> Gejolak yang terjadi di suatu negara dapat berdampak langsung pada perekonomian domestik

Target Inflasi (Penargetan Inflasi) Menetapkan target inflasi jangka menengah dan komitmen untuk mencapai stabilitas harga merupakan tujuan jangka panjang. > Target pencapaian yang sederhana dan sangat jelas.

> Tidak tergantung pada kestabilan hubungan antara besaran moneter dan target akhir (inflasi).

> Meningkatkan akuntabilitas bank sentral

> Kebijakan moneter dapat difokuskan pada pencapaian stabilitas perekonomian domestik

Sinyal untuk pencapaian target tidak secepat pendekatan sebelumnya

Baca juga: Ekonomi makro

Contoh Kebijakan moneter

Berikut ini beberapa contohnya kebijakan moneter yang telah dilakukan di Indonesia:

  1. Bank Indonesia (BI) melakukan lelang sertifikatnya sendiri, atau bisa juga membeli surat berharga di pasar modal
  2. BI dapat menurunkan suku bunga jika kondisi ekonomi sesuai dengan ekspektasi. Begitu pula sebaliknya, BI bisa menaikkan suku bunga bila ingin membatasi kegiatan ekonomi sehingga peredaran uang berkurang.
  3. Ketika perekonomian mengalami resesi maka peredaran uang akan meningkat sehingga aktivitas perekonomian akan meningkat. Salah satu contohnya adalah membeli sekuritas.
  4. Ketika inflasi terjadi, BI dapat mengurangi peredaran uang di masyarakat dengan menjual surat berharga sehingga mengurangi aktivitas ekonomi yang berlebihan.

Baca juga: Pasar Persaingan Sempurna

Demikian penjelasan singkat tentang pengertian kebijakan moneter, tujuan, instrumen, jenis dan indikatornya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan anda.

sumber : maxmanroe.com