Pengertian Ilmu Sosial Tujuan Ruang Lingkup

Pengertian Ilmu Sosial, Tujuan, Ruang Lingkup

Definisi Ilmu Sosial

Menurut Hidayati (2008: 7), Ilmu Sosial merupakan pendekatan interdisipliner dari mata pelajaran ilmu sosial, seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan lain sebagainya. Taneo (2009: 1.8) juga menekankan pendapat yang sama yang menjelaskan bahwa Ilmu Sosial merupakan hasil gabungan dari sejumlah mata pelajaran seperti geografi, ekonomi, sejarah, antropologi, dan politik. Mata pelajaran tersebut memiliki karakteristik yang sama, oleh karena itu dipadukan menjadi satu bidang studi yaitu Ilmu Sosial (IPS). Menurut Departemen Pendidikan Nasional dalam “Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22, 23, dan 24 Tahun 2006” (2008: 162) disebutkan bahwa Ilmu Sosial adalah
salah satu mata pelajaran diberikan mulai dari SD / MI / SDLB hingga SMP / MTs / SMPLB. Ilmu Sosial mempelajari serangkaian peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan masalah sosial.
Berdasarkan berbagai pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa Ilmu Sosial adalah ilmu yang mempelajari kehidupan manusia sebagai individu maupun makhluk sosial yang berinteraksi dengan lingkungan. Dengan kata lain, Ilmu Sosial mempunyai kajian yang sangat kompleks tentang kehidupan manusia dan lingkungannya serta aspek kehidupan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, mahasiswa yang merupakan bagian dari masyarakat perlu diberikan penguasaan Ilmu Sosial sebagai bekal kehidupan masa depannya.

Tujuan Pembelajaran IPS SD

Setiap mata pelajaran yang diberikan di sekolah memiliki tujuan yang berbeda-beda. Menurut Departemen Pendidikan Nasional (2008: 162) tujuan pembelajaran Ilmu Sosial di sekolah adalah agar siswa memiliki kemampuan:
1. Memiliki kemampuan dasar berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial.
2. Mengetahui konsep-konsep yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya.
3. Memiliki komitmen dan kesadaran akan nilai sosial dan kemanusiaan.
4. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan sesama, bekerjasama dan berkompeten dalam masyarakat majemuk, baik di tingkat lokal, nasional maupun global.

Ruang Lingkup Pembelajaran Ilmu Sosial

Menurut Taneo (2009: 36) dijelaskan bahwa ruang lingkup IPS adalah manusia sebagai anggota masyarakat atau manusia dalam konteks sosial. Oleh karena itu, pembelajaran IPS tidak hanya menekankan pada aspek pengetahuan, tetapi juga membina peserta didik untuk mengembangkan dan menerapkan nilai-nilai pengetahuan tersebut di masyarakat. Nilai-nilai tersebut antara lain toleransi dan tepo sliro, kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, kedisiplinan, kepatuhan, ketertiban, etos kerja, dan sebagainya.
Penerapan nilai-nilai pengetahuan dimulai dari ruang lingkup yang paling kecil, misalnya dalam lingkup keluarga hingga lingkup global. Setiap lingkungan akan mempengaruhi pembentukan kepribadian siswa atau individu. Keberagaman kelompok masyarakat dengan karakter yang berbeda-beda merupakan contoh nyata dari suatu lingkungan yang mempengaruhi kepribadian seseorang. Oleh karena itu, seseorang harus mampu menerapkan nilai-nilai ilmu sosial di segala macam lingkungan dimana individu tersebut berada. Dalam lingkup yang lebih luas, mahasiswa diharapkan menjadi warga negara yang baik, bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Dari uraian tersebut dapat dilihat bahwa ruang lingkup IPS adalah seluruh aspek kehidupan dan kehidupan seseorang di tengah-tengah masyarakat. Selain menguasai pengetahuan tentang materi IPS, seseorang harus mampu menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam pengetahuan yang telah dikuasainya.

Ilmu Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di SMP / MTs. IPS meneliti serangkaian peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan masalah sosial. Mata pelajaran IPS berisi Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Pengajaran IPS secara terintegrasi harus memperhatikan keempat studi tersebut. Bahan penting dari keempatnya diperoleh dari

  1. Kompetensi Dasar

Untuk menilai kompetensi dasar mata pelajaran IPS perlu memperhatikan urutan hierarki konsep disiplin ilmu dan / atau tingkat kesulitan materi. Kurikulum 2013 menuntut pembelajaran IPS disampaikan secara terintegrasi dengan harapan pembelajaran IPS lebih bermakna bagi siswa dalam konteks pembelajaran sehari-hari, sehingga siswa memperoleh pemahaman yang lebih luas dan lengkap.
Melalui pembelajaran terintegrasi, siswa dapat memperoleh pengalaman langsung, sehingga dapat meningkatkan kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan menghasilkan impresi tentang hal-hal yang dipelajari. Dengan demikian, siswa dilatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari secara holistik, bermakna, otentik, dan aktif.
Pengalaman belajar yang dirancang oleh guru sangat mempengaruhi makna pengalaman bagi siswa. Pengalaman belajar menunjukkan keterkaitan elemen konseptual yang lebih banyak untuk membuat proses pembelajaran lebih efektif. Keterkaitan konseptual yang dipelajari dengan sisi bidang studi yang relevan akan membentuk skema (konsep), sehingga siswa akan mendapatkan keutuhan dan kebulatan ilmu. Memperoleh keutuhan pembelajaran, pengetahuan, dan kebulatan pandangan tentang kehidupan dan dunia nyata hanya dapat tercermin melalui pembelajaran terintegrasi (Williams, 1976: 116).
Dalam rangka penerapan KI dan KD untuk memenuhi prestasi belajar diperlukan pedoman pelaksanaan model pembelajaran IPS Terpadu. Hal ini penting dilakukan, untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran terintegrasi yang dapat menjadi acuan dan contoh konkrit dalam rangka implementasi IP dan KD. Pengajaran IPS secara terintegrasi membutuhkan tema sebagai pengikat konsep atau kajian geografi, ekonomi, sosiologi dan sejarah.

2. Menilai Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS

KD merupakan isi atau kompetensi yang terdiri dari sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang bersumber dari kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik, sehingga jelas yang dimaksud dengan isi adalah isi atau materi yang harus diajarkan kepada peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik siswa, kemampuan awal, dan karakteristik suatu mata pelajaran. Dalam menilai kompetensi dasar mata pelajaran IPS perlu memperhatikan urutan hierarki konsep disiplin ilmu dan / atau tingkat kesulitan materi.
Untuk menghadapi tantangan yang ada, bangsa Indonesia perlu menumbuhkan budaya nasionalisme yang berarti pengakuan terhadap ragam budaya etnis yang lahir dan berkembang dalam masyarakat Indonesia. Setelah itu perlu dilakukan pengelolaan sumber daya alam untuk menjamin kesejahteraan bangsa yang berlandaskan iptek dan asas keadilan sosial, serta peningkatan daya saing barang dan jasa, melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai subyek dalam pembangunan. kompetisi. Pendidikan IPS berperan untuk memberikan pemahaman yang luas dan mendalam pada bidang ilmu terkait, yaitu: (a) memperkenalkan konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya; (b) memberikan keterampilan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, penyelidikan, pemecahan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial; (c) memupuk komitmen dan kesadaran akan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan; dan (d) membina kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan bersaing dalam masyarakat majemuk, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

3. Ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi (a) aspek keruangan dan keterhubungan antara ruang dan waktu; (b) perubahan masyarakat Indonesia pada masa pra-literasi, era Hindu-Budha dan era Islam, era penjajahan dan tumbuhnya semangat kebangsaan, masa gerakan kemerdekaan hingga awal masa sekarang. reformasi; (c) jenis dan fungsi lembaga sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat; (d) interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi dari waktu ke waktu.

4. Pendekatan pembelajaran IPS dikenal dengan interdisipliner karena sistem pembelajaran memungkinkan siswa untuk secara aktif mencari, menggali dan menemukan konsep dan prinsip secara holistik dan otentik. Transdisipliner berarti batas-batas disiplin ilmu tidak lagi terlihat dan jelas karena konsep disiplin ilmu tersebut berbaur atau terkait dengan masalah yang dihadapi di sekitarnya. Kondisi tersebut memudahkan pembelajaran IPS menjadi pembelajaran kontekstual.

5. IPS adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia satu sama lain yang diintegrasikan melalui konsep ruang, hubungan antara ruang dan waktu. Ruang adalah tempat di mana manusia beraktifitas, hubungan antar ruang menggambarkan mobilitas manusia dari satu tempat ke tempat lain, dan waktu menggambarkan masa di mana kehidupan manusia terjadi sebagai subjek dalam bentuk ilmu-ilmu terpadu dan ilmu sosial terintegrasi.

6. Penataan pembelajaran terpadu dimulai dengan pemilihan atau penentuan tema sebagai payung pengembangan pembelajaran menurut gabungan SKL, KI, KD. Kemudian menyusun sub tema, materi peta dan sub materi, dilanjutkan dengan penyusunan alat dan media pembelajaran sesuai materi yang akan dibahas pada setiap pertemuan.

sumber : silabus.org

 
Bagaimana Makan
Bagaimana Baru Makan
Baru Makan
informasi Makan
Info Terkini
Petunjuk

Link
Makan
Sepatu
Pintu
Bagaimana
Tanam
Dampak
Pengaruh
Gaya hidupo
Selamat
Datang
Pergi
Serta kembali