jelaskan pengertian adil

Jelaskan Pengertian Adil Menurut Berbagai Versi

Jelaskan Pengertian Adil Menurut Berbagai Versi – Kata adil sudah sangat sering didengar. Bahkan orang tua kita selalu berkata kepada kita untuk untuk kepada saudara, keponakan dan orang lain. Lalu bagaimana adil tersebut. Disini akan dijelaskan pengertian adil dari berbagai versi . Silahkan di simak

Sekilas Tentang Adil

Pengertian adil adalah dimana semua orang mendapat hak menurut kewajibannya.

kata ADIL adalah suatu sikap yang tidak memihak atau sama rata, tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang, tidak ada pilih kasih dan masih banyak lagi persepsi yang lainnya.

Menurut bahasa adil mempunyai arti meletakkan sesuatu pada tempatnya atau dapat diartikan tidak berat sebelah, tidak memihak dengan kata lain berlaku adil adalah memperlakukan hak dan berpegang pada kebenaran.

Jelaskan Pengertian Adil Menurut Wikipedia

Dari laman wikipedia : https://id.wikipedia.org/wiki/Adil

Adil[1] berasal dari bahasa Arab yang berarti berada di tengah-tengah, jujur, lurus, dan tulus. Secara terminologis adil bermakna suatu sikap yang bebas dari diskriminasi, ketidakjujuran. Dengan demikian orang yang adil adalah orang yang sesuai dengan standar hukum baik hukum agama, hukum positif (hukum negara), maupun hukum sosial (hukum adat) yang berlaku.

Dengan demikian, orang yang adil selalu bersikap imparsial, suatu sikap yang tidak memihak kecuali kepada kebenaran. Bukan berpihak karena pertemanan, persamaan suku, bangsa maupun agama.

Penilaian, kesaksian dan keputusan hukum hendaknya berdasar pada kebenaran walaupun kepada diri sendiri, saat di mana berperilaku adil terasa berat dan sulit.

Kedua, keadilan adalah milik seluruh umat manusia tanpa memandang suku, agama, status jabatan ataupun strata sosial.

Ketiga, di bidang yang selain persoalan hukum, keadilan bermakna bahwa seseorang harus dapat membuat penilaian obyektif dan kritis kepada siapapun. Mengakui adanya kebenaran, kebaikan dan hal-hal positif yang dimiliki kalangan lain yang berbeda agama, suku dan bangsa dan dengan lapang dada membuka diri untuk belajar serta dengan bijaksana memandang kelemahan dan sisi-sisi negatif mereka.

Perilaku adil, sebagaimana disinggung di muka, merupakan salah satu tiket untuk mendapat kepercayaan orang; untuk mendapatkan reputasi yang baik. Karena dengan reputasi yang baik itulah kita akan memiliki otoritas untuk berbagi dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran dengan orang lain. Tanpa itu, kebaikan apapun yang kita bagi dan sampaikan hanya akan masuk ke telinga kiri dan keluar melalui telinga kanan. Karena, perilaku adil itu identik dengan konsistensi antara perilaku dan perkataan..

contoh pengertian adil
contoh pengertian adil

Jelaskan Pengertian Adil Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Dari laman website KBBI yakni :https://kbbi.web.id/adil . Adil Berarti

adil a 1 sama berat; tidak berat sebelah; tidak memihak: keputusan hakim itu –; 2 berpihak kepada yang benar; berpegang pada kebenaran; 3 sepatutnya; tidak sewenang-wenang: para buruh mengemukakan tuntutan yang –;

mengadili /meng·a·dili /v memeriksa, menimbang, dan memutuskan (perkara, sengketa); menentukan mana yang benar (baik) dan mana yang salah (jahat): hakim ~ perkara pembunuhan;teradil/ter·a·dil/ a paling (sangat) adil;

teradili/ter·a·dili/ v dapat diadili;

peradilan/per·a·dil·an/ n segala sesuatu mengenai perkara pengadilan: lembaga hukum bertugas memperbaiki ~;

pengadil/peng·a·dil/ n orang yang mengadili; hakim: pemain terkenal itu pernah dikartumerahkan sang ~;

pengadilan/peng·a·dil·an/ n 1 dewan atau majelis yang mengadili perkara; mahkamah; 2 proses mengadili; 3 keputusan hakim: banyak yang tidak puas akan ~ hakim itu; 4 sidang hakim ketika mengadili perkara: di depan ~ terdakwa memungkiri perbuatannya; 5 rumah (bangunan) tempat mengadili perkara: rumahnya terletak di depan kantor ~ negeri;~ agama badan peradilan khusus untuk orang yang beragama Islam yang memeriksa dan memutus perkara perdata tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; ~ militer badan peradilan khusus yang berkuasa memeriksa dan memutus perkara tindak pidana yang dilakukan oleh anggotaTNI; ~ negeri badan peradilan pada tingkat pertama yang berkuasa mengadili semua perkara penyelewengan hukum dalam daerah hukumnya; ~ tinggi badan yang berkuasa mengadili perkara banding yang berasal dari pengadilan negeri dalam daerah hukumnya;

keadilan/ke·a·dil·an/ n sifat (perbuatan, perlakuan, dan sebagainya) yang adil: dia hanya mempertahankan hak dan ~ nya; Pemerintah menciptakan ~ bagi masyarakat;~ sosial kerja sama untuk menghasilkan masyarakat yang bersatu secara organis sehingga setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama dan nyata untuk tumbuh dan belajar hidup pada kemampuan aslinya;

berkeadilan/ber·ke·a·dil·an/ v mempunyai keadilan

 

Video Tanya Jawab Seputar Adil dan Pengertian nya

Apa contoh sikap adil?

Berbagai contoh penerapan perilaku adil, antara lain :

1.    Memberikan uang saku kepada anak sesuai kebutuhan dan porsinya. Semisal anak SD diberi 2.000, anak SMP diberi 5.000, dan anak SMA dberi 10.000.

2.    Mencintai seluruh anggota keluarga dengan tidak berat sebelah.

3.    Menjalankan hak dan kewajiban baik di lingkungan manapun dengan seimbang.

4.    Berteman dan bertetangga dengan siapapun tanpa memandang latar belakangnya.

5.    Melakukan perdagangan dengan jujur seperti tidak mengurangi takaran timbangan.

6.    Mengadili suatu perkara hukum dengan sikap yang bijaksana dan keputusan yang adil seadil-adilnya.

7.    Memperhatikan kepentingan orang lain dan diri sendiri, seperti kepentingan kesehatan, kepentingan kelangsungan hidup, kepentingan agama, dsb.

8.    Belajar dengan giat, tekun, dan rajin. Sebab menjadikan diri bodoh sama saja telah berbuat tidak adil pada diri sendiri.

9.    Saling tolong menolong terhadap seluruh manusia.

10. Giat dalam berzakat dan membayar pajak guna memenuhi hak-hak orang lain.

contoh sikap adil
contoh sikap adil

Jelaskan Pengertian Adil Menurut Agama Islam

Pengertian Adil menurut bahasa Arab disebut dengan kata ‘adilun, yang berarti sama dengan seimbang. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, adalah diartikan tidak berat sebelah, tidak memihak, berpihak pada yang benar, berpegang pada kebenaran, sepatutnya, dan tidak sewenang-wenang. Dan menurut ilmu akhlak ialah meletakan sesuatu pada tempatnya, memberikan atau menerima sesuatu sesuai haknya, dan menghukum yang jahat sesuai haknya, dan menghukumyang jahat sesuai dan kesalahan dan pelanggaranya.

Secara Bahasa Adil Berasal dari bahasa arab yang berarti proporsional, tidak berat sebelah, jujur Secara Istilah ada beberapa makna antara lain: menempatkan sesuatu pada tempatnya.

  • Menurut Ibnu Miskawaih keadilan adalah Memberikan sesuatu yang semestinya kepada orang yang berhak terhadap sesuatu itu.
  • Menurut Al Ghozali adil adalah keseimbangan antara sesuatu yang lebih dan yang kurang

Adil itu menempatkan sesuatu pada tempatnya, Kata adil dilawankan dengan kata dzalim yaitu menempatkan sesuatu yang bukan pada tempatnya.

Adil adalah memberikan hak kepada orang yang berhak menerimanya tanpa ada pengurangan, dan meletakkan segala urusan pada tempat yang sebenarnya tanpa ada aniaya, dan mengucapkan kalimat yang benar tanpa ada yang ditakuti kecuali terhadap Allah Subhanallahuwata’ala.

Keadilan merupakan salah satu esensi dari ajaran Islam. Ada lebih dari 53 kata adil atau mengandung kata adil dalam Alquran. Sebagian ahli fikih memaknai keadilan, yaitu ‘menempatkan sesuatu pada tempatnya’ yang artinya memberikan orang sesuai dengan porsi dan bagiannya yang sebenarnya.
Dalam banyak ayat, Alquran menerangkan bahwa salah satu bentuk keadilan ialah keadilan terhadap Tuhan sebagai pencipta, yaitu dengan mengikuti jalan kebenaran dari Allah SWT melalui wahyu-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya. Allah SWT mengutus para nabi dan rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Bersama mereka diturunkan kitab dan neraca (mizan) supaya manusia dapat menegakkan keadilan (QS 57:25). Allah-lah yang menurunkan Alquran dengan membawa kebenaran dan menurunkan keadilan (QS 42:17).
Bagi manusia, Alquran merupakan petunjuk dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil (QS 2:185). Jalan kebenaran dalam Alquran itu sama dengan jalan keadilan, yaitu adil terhadap Tuhan Pencipta yang menciptakan manusia dengan sempurna (QS 7:29).
Menegakkan keadilan dalam hubungan antara sesama manusia harus dilakukan dengan hati yang bening dan bersih. Janganlah karena kebencian atau ketidaksukaan terhadap suatu kaum atau kelompok, kita berlaku tidak adil. Allah mengingatkan dalam Alquran; ‘Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil (qist). Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil (adl). Berlaku adillah karena adil (adl) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan’ (QS Al Maidah:8).

Contoh Adil dalam Islam

Jelaskan Pengertian Adil : Saksi yang adil
Allah pun mengingatkan agar kita tetap menjadi saksi yang adil dan berkata benar walaupun terhadap diri sendiri, ibu/bapak, atau keluarga dekat. Janganlah karena demi membela diri sendiri, ibu/bapak, atau keluarga dekat, kita berbuat tidak adil terhadap orang lain dengan memberikan kesaksian yang tidak benar. Allah mengingatkan; ‘Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah, biarpun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak atau kaum kerabatmu, jika ia kaya atau miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan kata-kata karena tidak hendak menjadi saksi maka sesungguhnya Allah maha mengetahui dengan segala apa yang kamu lakukan’ (QS An Nisa:135).
Allah SWT mengingatkan bahwa tindakan demikian ialah tindakan yang hanya mengikuti hawa nafsu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui sekecil apa pun yang terpendam dalam hati kecil kita. Rasulullah telah mencontohkan bagaimana ketegasannya menegakkan keadilan walaupun terhadap putrinya sendiri. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan Muslim, suatu ketika orang-orang Qurais sangat mengkhawatirkan seorang wanita dari bani Makhzumiyyah yang tertangkap mencuri.
Lalu orang-orang Qurais berembuk, siapakah yang bisa melobi Rasulullah agar kepada wanita tersebut diberikan pengampunan. Lalu dipercayakanlah Usamah bin Zaid yang dianggap dekat dengan Rasulullah SAW dan menyampaikan hal itu kepada beliau. Lalu Rasulullah bersabda, “Apakah kamu mau memintakan syafaat dalam hukum di antara hukum-hukum Allah?”

Kemudian Rasulullah berdiri berkhotbah dan bersabda; “Sesungguhnya yang merusak/membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah bahwa mereka dahulu apabila orang mulia di antara mereka yang mencuri, mereka membiarkannya, tetapi kalau orang lemah di antara mereka yang mencuri, mereka menegakkan hukum atas orang tersebut. Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku akan memotong tangannya.”

Sumber: https://mediaindonesia.com/kolom-pakar/166818/kembali-ke-fitrah-keadilan-dalam-perspektif-islam-dan-kebangsaan

 

Adil terhadap Diri Sendiri

 

Dalam Alquran surah an-Nahl [16]: 90, Allah SWT mengajarkan kepada manusia dua hal. Pertama, Allah memerintahkan berlaku adil dan berbuat baik terhadap kerabat pada khususnya, terhadap sesama manusia pada umumnya. Kedua, Allah melarang kekejian, kemungkaran dan permusuhan dalam segala bentuknya.

Allah mengajarkan dua hal tersebut tidak lain agar manusia mengambil pelajaran untuk kepentingan dunia dan akhirat. Dalam ayat berikutnya: “Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kalian berjanji dan janganlah kalian membatalkan sumpah-sumpah (kalian) itu sesudah meneguhkannya, sedang kalian telah menjadikan Allah sebagai saksi-saksi kalian. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kalian perbuat” (QS An-Nahl [16]: 91).

Sesungguhnya manusia telah bersumpah di hadapan Allah bahwa mereka akan meng-Esa-kan-Nya. Dalam konteks ini bersumpah akan melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Allah mengingatkan: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan anak-anak (keturunan) Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka”.

Allah bertanya kepada mereka: “Bukankah Aku ini Tuhan kalian? Mereka menjawab: ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”‘ (QS al-A’raf [7]: 172). Mengapa Allah bertanya begitu? Supaya manusia kelak di hari kiamat tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (keturunan Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap (perkara) ini (ke-Esa-an Tuhan)”.

Dalam ayat lain Allah menyatakan adil itu lebih dekat kepada takwa. Dengan begitu, supaya kita tergolong orang-orang bertakwa: berlaku adillah dalam segala perkara terhadap kedua orang tua (ibu dan ayah) dan kerabat, bahkan terhadap diri sendiri.

Ada yang mempertanyakan, bagaimana bisa adil terhadap orang lain kalau terhadap diri sendiri saja belum bisa?

Allah menyatakan: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian sebenar-benarnya penegak-penegak keadilan, menjadi saksi-saksi karena Allah, walau pun terhadap diri kalian sendiri atau kedua orang tua kalian dan kerabat kalian” (QS an-Nisa [4]: 135).

Terhadap ketiga-tiganya, kita diperintahkan menegakkan keadilan dengan sebenar-benarnya: terhadap ibu dan ayah, terhadap kerabat, dan terhadap diri sendiri. Tidak adil, bila kita hanya adil terhadap ayah-ibu dan kerabat, namun tidak adil terhadap diri sendiri. Maka, lakukanlah terhadap ketiga-tiganya secara proporsional.

Adil terhadap diri sendiri antara lain adil dalam membagi waktu untuk tubuh kita. Tubuh kita sejatinya memiliki batas toleransi. Tubuh kita tidak boleh diforsir/dipaksa untuk beraktivitas. Tubuh kita memerlukan waktu untuk beristirahat. Maka, bagikanlah kedua-duanya secara proporsional.

Allah menjelaskan dalam beberapa ayat-Nya bahwa diciptakannya siang dan malam adalah untuk kebaikan/kemaslahatan manusia. Siang untuk mencari karunia Allah (mencari nafkah) sedang malam untuk beristirahat. Antara lain termaktub dalam QS ar-Rum [30]: 23, QS al-Qashash [28]: 73, QS an-Naml [27]: 86, QS al-Mu’min [40]: 61, dan QS al-An’am [6]: 60.

 

Keyword Search : jelaskan cara menerapkan kejujuran di sekolah jelaskan pengertian sikap adil
jelaskan pengertian marah
sebutkan akibat dari ketidakjujuran
jelaskan pengertian adil dalam agama islam
jelaskan pengertian adil dan benar
jelaskan pengertian bijaksana
pengertian adil dan dalilnya