1614957982 Manfaat Jenis dan Risiko Saham

Manfaat, Jenis, dan Risiko Saham

Definisi Saham Adalah

Sebenarnya apa itu saham? Definisi Saham adalah dokumen berharga yang menunjukkan kepemilikan suatu perusahaan. Dengan kata lain, ketika seseorang membeli saham, orang tersebut telah membeli sebagian kepemilikan perusahaan.

Arti saham (persediaan) dapat juga didefinisikan sebagai satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen keuangan yang mengacu pada kepemilikan suatu perusahaan. Jadi, ketika seseorang membeli saham suatu perusahaan, orang tersebut sudah memiliki hak atas ASET dan pendapatan perusahaan dengan sebagian saham yang dibeli.

Secara sederhana, saham merupakan bukti kepemilikan suatu perusahaan atau badan usaha. Bentuk saham umumnya berbentuk selembar kertas yang menyatakan bahwa pemilik efek adalah pemilik dari perusahaan yang menerbitkan surat tersebut.

Pengertian Saham Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami apa arti saham (persediaan), selanjutnya kita bisa simak pendapat para ahli berikut ini:

1. Sapto Raharjo

Menurut Sapto Raharjo pengertian saham adalah surat berharga yang merupakan alat bukti kepemilikan atau penyertaan individu atau instansi dalam suatu perusahaan.

2. Swadidji Widoatmodjo

Menurut Swadidji Widoatmodjo, pengertian saham adalah surat berharga yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas atau biasa disebut dengan emiten.

3. Iman Nofie

Menurut Nofie Iman, definisi saham adalah sekuritas yang memberikan peluang keuntungan yang tinggi tetapi juga memiliki potensi risiko yang tinggi.

4. Tjiptono Darmaji dan Hendy M. Fakhrudin

Menurut Tjiptono Darmaji dan Hendy M. Fakhrudin, arti saham adalah bukti kepemilikan seseorang / badan atas suatu perseroan atau perseroan terbatas. Saham merupakan surat berharga yang menyatakan bahwa pemilik dokumen adalah pemilik dari perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut.

Baca juga:

Jenis Saham

Jenis Saham
Definisi saham dan tipenya

Dalam hal kemampuan menagih dan menuntut hak, jenis saham dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Saham Biasa (Saham biasa)

Yang dimaksud saham biasa adalah saham yang dapat diklaim berdasarkan keuntungan dan kerugian yang terjadi pada perusahaan. Jika likuidasi dilakukan, pemegang saham biasa akan menjadi prioritas terakhir dalam pembagian dividen hasil penjualan aset perusahaan.

Dalam saham biasa, pemegang saham memiliki kewajiban terbatas. Dengan kata lain, pada saat perseroan dinyatakan pailit, kerugian maksimal yang ditanggung pemegang saham adalah sebesar penyertaan saham yang dibeli.

Karakteristik saham biasa adalah sebagai berikut:

  • Pemegang saham memiliki hak suara dalam memilih dewan komisaris.
  • Hak pemegang saham didahulukan ketika perusahaan menerbitkan saham baru.
  • Pemegang saham memiliki kewajiban terbatas, yang setara dengan saham yang mereka miliki.

2. Saham Preferen (Saham preferen)

Yang dimaksud dengan saham preferen adalah saham yang pembagian keuntungannya ditetapkan, dan ketika perusahaan mengalami kerugian, pemegang saham preferen akan diberikan prioritas utama dalam membagi hasil penjualan aset.

Saham preferen memiliki kemiripan dengan obligasi, yaitu adanya tagihan atas laba dan aset sebelumnya, dividen tetap selama masa berlakunya saham, dan memiliki hak untuk menebus, serta dapat ditukar (convertible) dengan saham biasa.

Karakteristik saham preferen adalah sebagai berikut:

  • Ada beberapa level yang bisa dipublikasikan dengan karakteristik berbeda.
  • Ada klaim atas pendapatan dan aset, dan diberi prioritas tinggi dalam pembagian dividen.
  • Saham preferen dapat ditukar menjadi saham biasa melalui kesepakatan antara perusahaan dan pemegang saham.

Jika dilihat dari segi kinerja perdagangannya, saham dapat dikelompokkan menjadi lima jenis, yaitu:

  1. Saham BlueChipyaitu saham biasa dari perusahaan dengan reputasi tinggi, menjadi market leader di industri sejenis, memiliki pendapatan stabil, dan konsisten membayar dividen,
  2. Saham Pendapatan, yaitu saham suatu emiten dengan kemampuan membayar dividen di atas rata-rata pembayaran dividen tahun sebelumnya. Saham jenis ini umumnya dapat memberikan pendapatan yang lebih besar dan secara rutin membayar dividen tunai.
  3. Saham Pertumbuhan, yaitu saham yang terdiri dari saham-saham ternama dan yang kurang terkenal. Terkenal adalah saham emiten dengan pertumbuhan pendapatan tinggi, pemimpin pasar di industri serupa, dan reputasi tinggi. Lesser – Diketahui adalah saham emiten yang bukan merupakan pemimpin pasar di industrinya, tetapi memiliki karakteristik saham pertumbuhan.
  4. Saham Spekulatifyaitu saham-saham perusahaan yang belum mampu memiliki pendapatan tetap setiap tahunnya, namun berpotensi memiliki pendapatan yang tinggi dimasa yang akan datang walaupun belum dapat dipastikan.
  5. Penghitung Stok Siklis, yaitu saham yang tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi makroekonomi atau situasi bisnis secara umum. Nilai saham tersebut bisa tetap tinggi saat terjadi resesi ekonomi karena emiten mampu memperoleh pendapatan yang tinggi sehingga mampu memberikan deviden yang tinggi.

Baca juga: Definisi Investasi

Manfaat dan Manfaat Saham

Manfaat dan Manfaat Saham
Bagikan manfaat dan manfaat

Salah satu keunggulan utama saham adalah dapat digunakan sebagai instrumen investasi, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Mereka yang menggunakan saham sebagai investasi jangka pendek biasanya hanya ingin keuntungan dalam bentuk uang dari selisih harga beli dan harga jual. Berbeda dengan mereka yang menggunakan saham sebagai investasi jangka panjang, dimana mereka rutin membeli saham atau menyimpan saham.

Jadi, ada dua keuntungan yang bisa didapat investor saham, yaitu;

  1. Keuntungan dalam bentuk uangyaitu keuntungan yang diperoleh dari selisih harga jual saham yang lebih tinggi dari harga beli. Setiap investor saham mendapatkan keuntungan sesuai dengan besarnya saham yang dimilikinya.
  2. Dividen, yaitu keuntungan yang diperoleh dari pembagian dividen tunai penerbit. Ini merupakan pendapatan tambahan yang diperoleh investor saat membeli saham dari emiten dengan kinerja laba yang baik.

Baca juga: Definisi Dividen

Risiko Investasi Saham

Risiko Investasi Saham
Risiko investasi saham

Meski dianggap sebagai investasi yang menguntungkan, pada dasarnya berinvestasi pada saham memiliki risiko tersendiri. Beberapa risiko berinvestasi saham adalah sebagai berikut:

1. Risiko Likuidasi

Risiko ini terjadi ketika emiten bangkrut atau dalam likuidasi dimana pemegang saham memiliki hak klaim akhir atas aset perusahaan setelah kewajiban emiten dilunasi. Bahkan pemegang saham mungkin tidak mendapatkan apa-apa jika asetnya tidak tersisa setelah penerbit membayar kewajibannya.

2. Tidak Ada Pembagian Dividen

Risiko ini terjadi ketika emiten menggunakan keuntungan perusahaan untuk mengembangkan usahanya sehingga memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham.

3. Investor Kehilangan Modal

Risiko ini terjadi apabila harga beli saham lebih besar dari harga jual sehingga pemegang saham kehilangan modalnya (kerugian modal).

4. Penghapusan Saham dari Bursa

Ada beberapa alasan mengapa saham dikeluarkan dari bursa sehingga tidak bisa diperdagangkan. Tentu hal ini akan membuat emiten dan pemegang saham merugi.

Baca juga: Definisi Inflasi

Di atas adalah penjelasan singkat tentang pengertian saham, jenis saham, dan manfaat saham. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan anda.

sumber : maxmanroe.com