1614149148 Memahami Afiliasi dalam Pemasaran Psikologi

Memahami Afiliasi dalam Pemasaran, Psikologi

Arti Afiliasi Apakah

Pada artikel kali ini akan dibahas secara lengkap tentang pengertian afiliasi, baik secara umum maupun dalam hal pemasaran, organisasi, pasar modal, dan psikologi, apa saja tujuan dari afiliasi, dan apa manfaatnya bagi pihak terafiliasi.

Arti Afiliasi Apakah

Istilah “afiliasi” merupakan kata yang cukup sering digunakan di berbagai bidang, baik itu dalam bidang pemasaran, organisasi, akuntansi, pendidikan, hukum, dan lain sebagainya. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan afiliasi?

Secara umum yang dimaksud dengan afiliasi adalah bentuk hubungan, hubungan, atau kerjasama antara dua pihak dimana salah satu pihak bertindak sebagai anggota atau cabang dari pihak lainnya. Dalam hal ini hubungan atau kerjasama dilandasi oleh kepentingan bersama untuk mencapai suatu tujuan.

Secara umum dalam suatu afiliasi terdapat satu pihak yang lebih besar dari pihak lainnya, dimana masing-masing pihak tersebut terkait satu sama lain meskipun bersifat independen.

Kata “afiliasi” digunakan di banyak bidang yang berbeda dan dapat memiliki arti yang berbeda tergantung pada bidang apa itu digunakan. Namun, secara umum kata afiliasi mengacu pada hubungan yang erat antara individu tertentu, organisasi, bisnis, perusahaan, dan lainnya.

Baca juga: Definisi Pemasaran

Arti Afiliasi dalam Pemasaran

Secara sederhana pengertian afiliasi dalam pemasaran adalah suatu sistem kerjasama antar pemilik barang / produk (pedagang afiliasi) dengan pemasar (pemasar afiliasi), di mana pemasar akan mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang berhasil.

Pada prinsipnya, pemasaran afiliasi bekerja seperti broker atau broker di mana penjualnya menjual produk orang lain dan hanya akan mendapatkan komisi jika ada penjualan. Namun, pemasaran dengan afiliasi dilakukan secara online melalui internet dan situs web.

Jadi dalam hal ini yang dimaksud dengan afiliasi bagi pemasar adalah cara mendapatkan uang dari internet dengan menjual produk orang lain. Dengan kata lain, tujuan afiliasi untuk pemasar adalah menghasilkan uang secara online.

Sedangkan pengertian afiliasi bagi perusahaan atau pemilik produk adalah salah satu cara untuk memasarkan suatu produk melalui internet. Dengan kata lain, tujuan afiliasi untuk pemilik produk adalah memasarkan produk yang dibuat dengan biaya rendah atau tanpa biaya.

Bagaimana Afiliasi Bekerja dalam Pemasaran

Pada dasarnya cara kerja affiliate ini sangat sederhana, dimana terdapat dua pihak yang bekerja sama secara langsung yaitu product owner (pedagang afiliasi) dan pemasar internet (pemasar afiliasi). Cara kerja bisnis afiliasi ini berbeda dengan sistemnya dropshipPadahal keduanya sama-sama menjual produk orang lain lewat internet.

Arti Afiliasi dalam Pemasaran
Bagaimana afiliasi bekerja dalam pemasaran

Dalam praktiknya, pemasar (pemasar afiliasi) harus mendaftar di situs web pemilik produk (pedagang afiliasi). Selanjutnya pemasar akan mendapatkan URL atau link khusus yang digunakan untuk promosi, baik melalui website maupun media sosial.

Saat calon pembeli membuka link khusus dan melakukan pembelian, maka affiliate marketer akan mendapatkan komisi dengan jumlah yang telah ditentukan. Namun, jika tidak ada penjualan, affiliate marketer tidak mendapat komisi.

1614149115 991 Memahami Afiliasi dalam Pemasaran Psikologi

Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa link khusus yang di promosikan dapat memberikan data, baik jumlah klik iklan yang terjadi maupun jumlah penjualan yang dihasilkan oleh pemasar afiliasi.

Sistem pemasaran ini sangat menguntungkan terutama bagi pemilik produk karena tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk promosi karena sudah dilakukan oleh para affiliate marketer. Sedangkan dari sisi tenaga penjual tidak perlu pusing-pusing dengan pengadaan produk yang akan dijual, pengepakan dan pengiriman, karena semuanya dilakukan oleh product owner.

Itulah penjelasan singkat tentang pemasaran afiliasi dan cara kerjanya.

Baca juga: Strategi pemasaran

Memahami Afiliasi di Pasar Modal

Pengertian afiliasi di pasar modal adalah hubungan antara berbagai pihak dalam pasar modal. Beberapa contoh afiliasi di pasar modal meliputi:

  • Hubungan antara pemegang saham utama dan perusahaan
  • Hubungan antara perusahaan dengan semua pihak yang mengendalikan perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
  • Dua perusahaan dikendalikan oleh pihak yang sama, baik langsung maupun tidak langsung.
  • Dua perusahaan yang di dalamnya terdapat dewan komisaris atau anggota direksi yang sama (satu atau lebih).
  • Hubungan komisaris, direksi, karyawan, dan pihak lain yang terkait dengan perkawinan, keturunan, baik horizontal maupun vertikal.

Berikut beberapa definisi afiliasi menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 1 Angka 1, Tentang Pasar Modal, afiliasi adalah:

  • Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;
  • Hubungan antara satu pihak dengan karyawan, direktur atau komisarisnya;
  • Hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana satu atau lebih anggota direksi atau dewan komisaris adalah sama;
  • Hubungan antara perusahaan dengan pihak tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan;
  • Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama; atau
  • Hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.

Baca juga: Pasar modal

Memahami Afiliasi dalam Psikologi

Manusia adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang saling membutuhkan. Dengan kata lain, manusia pada dasarnya membutuhkan hubungan dengan orang lain.

Dalam psikologi, afiliasi berarti kebutuhan manusia untuk menjalin hubungan dan kerjasama dengan orang lain, menyenangkan dan mendapatkan kasih sayang dari orang lain, kesetiaan kepada teman, dan kebutuhan untuk diterima dan diakui oleh lingkungannya.

Dari penjelasan tersebut kita dapat memahami bahwa kata afiliasi mengacu pada interaksi, pertemanan, bersosialisasi, berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain secara bersahabat.

Dalam kebutuhan berafiliasi terdapat unsur trust, goodwill, affection, emphy, love, yang terwujud dalam sikap sosial, persahabatan, penuh cinta dan trust, serta karakter yang baik. (Martinah, 1984).

Baca juga: Memahami Psikologi

Memahami Afiliasi dalam Organisasi

Singkatnya, yang dimaksud dengan afiliasi dalam suatu organisasi adalah hubungan antara suatu organisasi dengan organisasi lain yang berada dalam sistem organisasi induk, misalnya induk perusahaan dan cabangnya. Dalam hal ini, perusahaan afiliasi (perusahaan afiliasi) dapat berdiri sendiri sambil tetap berada dalam sistem perusahaan induk.

Dua atau lebih perusahaan dapat dikatakan sebagai perusahaan terafiliasi jika:

  1. Jika dalam suatu perusahaan terdapat seorang pejabat atau lebih yang setingkat direktur, komisaris atau dibawahnya, yang merangkap sebagai direktur, komisaris atau dibawahnya pada perusahaan lain.
  2. Jika salah satu direktur, komisaris, atau di bawahnya memiliki hubungan keluarga dengan direktur, komisaris, atau pejabat setingkat di perusahaan lain.
  3. Jika salah satu perusahaan dapat memberhentikan direksi, komisaris atau pejabat di bawahnya, maka kedua perusahaan tersebut terafiliasi.
  4. Jika salah satu perusahaan dapat mengendalikan perusahaan lainnya.

Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa perusahaan terafiliasi adalah perusahaan yang dikendalikan secara efektif oleh perusahaan lain, atau berbadan hukum dengan perusahaan lain, atau beberapa perusahaan lain karena kepentingan atau kepemilikan atau kepengurusan yang sama.

Baca juga: Definisi Organisasi

Itulah penjelasan singkat tentang apa arti afiliasi, secara umum, dalam pemasaran, pasar modal, psikologi, dan organisasi.

Referensi:

  • https://bit.ly/UU1995-Pasar-Modal
  • http://bit.ly/Afili-Dalam-Psikologi

sumber : silabus.org/