1614353869 Pengertian aset adalah komponen jenis siklus dan penggunaan aset

Pengertian aset adalah, komponen, jenis, siklus, dan penggunaan aset

Pengertian Aset Menurut Para Ahli
Ilustrasi Aset

Pengertian Aset secara Umum

Apakah aset itu? Definisi Aset adalah semua sumber daya ekonomi atau aset yang dimiliki oleh suatu entitas yang diharapkan dapat memberikan manfaat bisnis di masa depan. Di bidang akuntansi (baca: pemahaman tentang akuntansi), aset atau aset dimasukkan ke dalam neraca dengan saldo debet normal.

Sumber daya ekonomi atau kekayaan adalah semua sumber daya yang dimiliki, baik berupa benda maupun surat kuasa yang diperoleh di masa lalu dan dimaksudkan untuk memberikan manfaat di masa yang akan datang.

Untuk mendapatkan pengakuan sebagai aset, semua sumber daya ekonomi tersebut harus diukur terlebih dahulu dalam satuan mata uang, baik dolar, rupiah, maupun mata uang lainnya.

Ada beberapa cara umum untuk mendapatkan aset, misalnya dengan membeli, membangun sendiri, dan menukar aset.

Baca juga: Definisi Investasi

Pengertian Aset Menurut Para Ahli

Pengertian aset juga dijelaskan oleh para ahli, baik melalui opini, teori, asumsi, maupun melalui undang-undang. Berikut pengertian aset menurut para ahli:

1. Hidayat

Menurut Hidayat, pengertian aset adalah benda atau benda yang bergerak atau tidak bergerak, baik yang berwujud (nyata) serta yang tidak berwujud (tidak berwujud), di mana semua ini termasuk aset atau aset organisasi, agensi, badan usaha, atau individu.

2. Munawir

Menurut Munawir, pengertian aset adalah sarana atau sumber daya yang memiliki nilai ekonomis yang mampu mendukung suatu perusahaan dalam harga perolehannya atau nilai wajarnya harus diukur secara obyektif.

3. Siregar

Menurut Siregar, pengertian aset adalah barang (benda) atau semacamnya (apa pun) yang memiliki nilai guna atau ekonomis (nilai ekonomi), indigo komersial (nilai komersial) atau nilai tukar (nilai tukar) dimiliki oleh a badan Usaha, instansi atau individu.

4. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

Menurut IAI, yang dimaksud dengan aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa yang terjadi di masa lalu dan membawa manfaat ekonomi masa depan bagi perusahaan.

5. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

Menurut PSAK No. 16 revisi 2011 yang dimaksud dengan aset adalah semua aset yang dimiliki oleh seseorang atau perusahaan baik yang berwujud maupun tidak berwujud, berharga atau berharga, yang akan menguntungkan orang atau perusahaan tersebut.

6. Komite Standar Akuntansi Internasional (IASC)

Menurut IASC, pengertian aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh suatu perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu yang diharapkan perusahaan akan memperoleh manfaat ekonomi di masa yang akan datang.

7. Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS)

Menurut definisi IFRS, aset adalah sumber yang dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu (misalnya menciptakan diri sendiri atau membeli) dan dari manfaat ekonomi masa depan (arus kas masuk dan aset lain) yang diharapkan.

1614353820 854 Pengertian aset adalah komponen jenis siklus dan penggunaan aset

8. Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB)

Menurut FASB, definisi aset dalam kerangka konseptualnya (SFAC No. 6, prg. 25) adalah manfaat ekonomi masa depan yang cukup pasti yang diperoleh atau dikendalikan / dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari transaksi atau peristiwa masa lalu.

Baca juga: Definisi Modal

Jenis Aset

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, aset adalah hak yang dapat digunakan dalam operasional perusahaan. Beberapa objek yang dianggap sebagai aset antara lain; gedung / gedung, mobil, merek dagang, paten teknologi, uang tunai, dan barang berharga lainnya.

Secara umum aset dibagi menjadi beberapa kategori untuk keperluan analisis (baca: analisis pemahaman)

1. Aktiva Lancar (Aktiva lancar)

Pengertian aset lancar adalah aset yang diharapkan dapat direalisasikan dan memberikan manfaat dalam jangka pendek, yaitu sekitar satu tahun. Aktiva lancar berupa investasi jangka pendek, kas, piutang, persediaan, biaya yang harus dibayar, dan pendapatan yang masih diterima.

2. Aktiva Tetap (Aset tetap)

Aset tetap adalah aset yang memiliki bentuk dan siap digunakan / difungsikan dalam operasional perusahaan. Aset tetap tidak dimaksudkan untuk dijual, dan memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun. Beberapa aset tetap meliputi; bangunan, tanah, investasi jangka panjang.

3. Aset tidak berwujud (Aset Tak Berwujud)

Yang dimaksud dengan aset tidak berwujud adalah aset tetap yang tidak berwujud dan mempunyai manfaat dengan memberikan hak ekonomis dan hukum kepada pemiliknya. Beberapa dari aset tidak berwujud ini meliputi; merek dagang, waralaba, hak cipta, niat baik, paten.

4. Aset Lainnya

Aset lainnya ini adalah deskripsi berbagai item yang tidak dapat diklasifikasikan dengan benar menjadi aset lancar, aset tetap, dan aset tidak berwujud.

Baca juga: Definisi Ekuitas

Siklus Hidup Aset

Hindrawan dkk mengatakan bahwa daur hidup suatu aset atau kelompok aset terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pengadaan, pengoperasian dan pemeliharaan, serta eliminasi. Berikut ini adalah uraian singkat tahapan siklus hidup aset:

  1. Tahap Perencanaan, yaitu tahap dimana perusahaan mengidentifikasi kebutuhan akan permintaan aset.
  2. Fase Pengadaanyaitu tahapan ketika aset dibangun atau dibuat, bahkan dibeli. Pengadaan aset tersebut tergantung kebutuhan dan sesuai rencana.
  3. Fase Operasi dan Pemeliharaan, yaitu tahapan pada saat aset tersebut digunakan / dimanfaatkan untuk tujuan yang telah ditetapkan. Pada fase ini biasanya terdapat kegiatan pembaharuan, perbaikan dan penggantian yang dilakukan secara berkesinambungan terhadap aset.
  4. Fase Penghapusan, yaitu tahapan dimana umur ekonomis suatu aset telah habis atau ketika kebutuhan akan aset tersebut telah hilang.

Perencanaan Aset

Masih menurut Hindrawan dkk, perencanaan aset yang baik harus terdiri dari:

  • Identifikasi permintaan aset, dan beli aset yang dibutuhkan
  • Perencanaan pengadaan aset harus menentukan jenis dan waktu persyaratan aset, serta menjelaskan cara pengadaan aset
  • Memaksimalkan penggunaan aset yang ada sehingga pengadaan aset baru tidak diperlukan
  • Mengevaluasi aset yang dimiliki, apakah memiliki kinerja yang baik atau memerlukan biaya tinggi dalam pengoperasiannya
  • Membuat skala prioritas dalam pengadaan dan atau penambahan aset
  • Mempertimbangkan berbagai solusi non-aset untuk mengurangi kebutuhan aset

Penggunaan Aset

Saat membaca saldo, manajemen perusahaan harus melihat nilai aset secara detail karena inilah yang menjadi dasar pengukuran kinerja keuangan perusahaan. Ukuran kinerja keuangan ini nantinya akan menjadi dasar pengambilan keputusan manajemen apakah akan mempertahankan atau menambah aset.

1. Penggunaan Aset yang Efisien

Rasio penjualan / total aset merupakan salah satu ukuran dalam menilai aset. Asumsinya, penggunaan aset dianggap efisien jika perusahaan mampu merealisasikan penjualan lebih besar lagi.

Angka penjualan dilihat dari laporan laba rugi perusahaan, sedangkan jumlah aset dilihat dari neraca. Hal ini terlihat dari rasio tahun lalu dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

2. Optimalisasi Keuntungan

Tingkat pengembalian properti atau hasil investasi juga dapat menjadi ukuran dalam menilai keuntungan atau profitabilitas. Angka tersebut didapat dari rasio angka keuntungan (dari laporan laba rugi) dan total aset / total aset, dimana nilainya sama dengan total investasi.

Dengan asumsi bahwa manajemen adalah pihak yang bertanggung jawab atas penggunaan dan pemeliharaan semua aset yang digunakan oleh perusahaan, manajemen bertanggung jawab untuk meningkatkan laba yang dihasilkan dari total aset.

Baca juga: Definisi Dividen

Demikian penjelasan singkat tentang pengertian aset, jenis aset, daur hidup aset, perencanaan dan penggunaan aset. Semoga artikel ini bermanfaat.

sumber : maxmanroe.com