1614156215 Yang dimaksud dengan e commerce adalah komponen jenis dan manfaat dari

Pengertian E-Commerce Menurut Para Ahli

Pengertian E-Commerce Menurut Para Ahli

Beberapa ahli telah menjelaskan tentang definisi e-commerce dan dampaknya pada masyarakat, termasuk:

1. Loudon (1998)

Menurut Loudon, pengertian E-Commerce adalah proses transaksi yang dilakukan oleh pembeli dan penjual dalam jual beli berbagai produk secara elektronik dari perusahaan ke perusahaan lain dengan menggunakan komputer sebagai perantara transaksi bisnis.

2. Kalakota dan Whinston (1997)

Menurut Kalakota dan Whinston, pengertian E-commerce adalah aktivitas belanja online yang menggunakan jaringan internet serta metode transaksi melalui transfer uang digital.

Keduanya mengulas pengertian E-Commerce dari empat perspektif, yaitu:

  • Perspektif Komunikasi; Pengertian E-Commerce adalah proses pengiriman barang, jasa, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau peralatan elektronik lainnya.
  • Perspektif Proses Bisnis; Pengertian E-Commerce adalah penerapan teknologi untuk otomatisasi transaksi bisnis dan alur kerja.
  • Perspektif Layanan; E-Commerce merupakan alat yang dapat memenuhi keinginan perusahaan, manajemen, dan konsumen untuk menekan biaya layanan sekaligus meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman.
  • Perspektif Online; E-Commerce memberikan kemudahan dalam menjual dan membeli produk dan informasi melalui layanan internet dan sarana online lainnya

3. Jony Wong

Menurut Jony Wong, pengertian E-Commerce (Electronic Commerce) adalah pembelian, penjualan, dan pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik.

4. Vermaat

Menurut Vermaat, pengertian E-Commerce adalah transaksi bisnis yang terjadi dalam jaringan elektronik seperti internet. Dengan kata lain, siapapun yang memiliki jaringan internet dapat berpartisipasi dalam aktivitas E-Commerce

Sejarah E-Commerce

Kemunculan e-commerce dimulai pada 1960-an ketika bisnis menggunakan EDI (Electronic Data Interchange) yang populer. Kemudian pada 1979, American Standards Institute mengembangkan ASC X12.

ASC X12 sering digunakan untuk berbagi dokumen menggunakan perangkat elektronik dan terus berkembang di tahun 1980-an dan 1990-an hingga lahirnya salah satu perusahaan terbesar, eBay dan Amazon, yang merevolusi dunia e-commerce.

Sekarang konsumen dapat membeli produk apa pun dalam jumlah yang tidak terbatas secara online.

Jenis E-commerce

Ada beberapa jenis transaksi dalam e-commerce, antara lain bisnis ke bisnis, bisnis ke konsumen, konsumen ke konsumen atau konsumen ke bisnis. Oleh karena itu, istilah e-commerce dan e-business selalu dikaitkan.

1. E-Commerce Business to Business (B2B)

Transaksi e-commerce ini dilakukan oleh dua pihak yang memiliki kepentingan bisnis yang sama. Kedua pihak saling memahami dan mengetahui bisnis yang dijalankan.

Umumnya bisnis tersebut dijalankan secara terus menerus, atau sekedar berlangganan. Contoh sederhana B2B adalah produsen dan pemasok yang bertransaksi secara online baik untuk konsultasi kebutuhan barang, hingga pemrosesan pembayaran.

2. E-commerce Business to Consumer (B2C)

Bisnis ke konsumen dilakukan oleh bisnis dan konsumen. Transaksi e-commerce ini berlangsung seperti jual beli biasa. Konsumen mendapatkan penawaran produk dan melakukan pembelian secara online.

3. C2C E-commerce (Konsumen ke Konsumen)

Untuk C2C, transaksi dilakukan oleh konsumen kepada konsumen. Jika Anda sering menggunakan Tokopedia, Bukalapak, OLX dan sejenisnya, maka inilah yang disebut B2C e-commerce.

Transaksi jual beli dilakukan secara online melalui marketplace. Jadi C2C disini menjadi perantara antara penjual dan pembeli.

4. Konsumen ke Bisnis (C2B)

C2B adalah kebalikan dari B2C di mana konsumen akhir bertindak sebagai penjual dan perusahaan bertindak sebagai pembeli.

5. Aplikasi Media atau E-commerce

Seperti yang dijelaskan di pemahaman tentang e-commerce Di atas, transaksi bisnis ini bergantung pada sejumlah aplikasi dan media online (baca: memahami media online) lainnya, misalnya katalog, email, kereta belanja, layanan eb, EDI, dan protokol transfer file. Ini tentu saja melibatkan kegiatan B2B (business to business).

Baca juga: Jenis Ecommerce di Indonesia

Contoh E-Commerce di Indonesia

Sebenarnya bisnis e-commerce di Indonesia sudah berlangsung lama. Beberapa contoh e-commerce di Indonesia antara lain:

1. Membeli dan menjual secara online di Marketplace

Transaksi jual beli online di Marketplace lokal sangat populer saat ini. Beberapa marketplace ternama di Indonesia seperti; Bukalapak.com, Tokopedia.com, Blibli.com, Kaskus.co.id, Traveloka, dan lain sebagainya.

2. Internet Banking dan SMS Banking

Transaksi pembayaran melalui jaringan internet dan telekomunikasi juga merupakan bagian integral dari aktivitas e-commerce.

3. TV Kabel dan Penyedia Internet

Berlangganan TV Kabel dan internet juga merupakan salah satu bentuk e-commerce yang sudah berlangsung lama di Indonesia. Beberapa perusahaan yang bergerak di bisnis TV kabel dan penyedia internet meliputi; Indovision, Big TV, Indihome, MyRepublic, dan Firstmedia.

Komponen E-Commerce

Dalam prakteknya dalam e-commerce terdapat beberapa komponen standar yang mendukung proses operasionalnya, antara lain:

1. Produk

E-commerce mendukung penjualan berbagai jenis produk, mulai dari produk fisik hingga produk digital

  • Produk digital: ebook (baca: memahami ebook), keanggotaan, perangkat lunak, musik, dan lainnya
  • Produk fisik: buku, pakaian, gadget, makanan, dan lain-lain

2. Tempat Menjual Produk

Kegiatan e-commerce dilakukan di internet, sehingga dibutuhkan domain dan hosting untuk membuat website sebagai media pemasaran (baca: pengertian pemasaran)

3. Bagaimana Menerima Pesanan

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menerima pesanan. Diantaranya dengan menggunakan email, telepon, SMS, chat (membaca arti chat), dan lain-lain.

4. Metode Pembayaran

Beberapa metode pembayaran e-commerce umumnya menggunakan transfer via ATM, kartu kredit, COD, e-payment (baca: pemahaman tentang e-payment).

5. Metode Pengiriman

Cara pengiriman barang e-commerce di Indonesia biasanya menggunakan jasa pengiriman barang (JNE, TIKI, Pos Indonesia, dan lain-lain). Namun, ada juga yang menggunakan jasa pengiriman dari Ojek Online.

6. Layanan Pelanggan

Layanan pelanggan adalah komponen yang sangat penting dalam operasi e-commerce. Kegiatan ini umumnya dilakukan melalui email, formulir online, FAQ, telepon, chat, dan media sosial.

Manfaat E-Commerce untuk Bisnis dan Konsumen

Dari segi bisnis, E-Commerce memberikan banyak keuntungan bagi para pengusaha. Beberapa manfaat e-commerce dalam dunia bisnis antara lain:

1. Manfaat E-Commerce Bagi Pebisnis

  • Kemudahan aktivitas jual beli
  • Pangkas biaya pemasaran
  • Kemudahan berkomunikasi dengan konsumen dan produsen
  • Dapat menjangkau pasar sasaran yang lebih luas
  • Penyebaran informasi lebih mudah dan cepat
  • Proses pembayaran menjadi lebih mudah dan cepat

2. Manfaat E-Commerce bagi Konsumen

  • Konsumen dapat berbelanja dengan lebih mudah 24 jam sehari sepanjang tahun
  • Konsumen dapat melihat berbagai pilihan produk yang dianggap terbaik dengan harga yang paling sesuai
  • Konsumen dapat membeli produk dan layanan dengan biaya yang lebih mudah setelah melakukan perbandingan dengan berbagai e-commerce

Dampak Positif dan Negatif E-commerce

E-commerce memberikan keunggulan tersendiri bagi yang menggunakannya. Namun di sisi lain, ternyata e-commerce juga berdampak negatif.

1. Dampak Positif E-commerce

  • Munculnya aliran pendapatan baru, yang mungkin lebih menjanjikan, yang tidak ada dalam sistem perdagangan tradisional
  • E-commerce memberikan peluang untuk meningkatkan eksposur pasar
  • Potensi untuk memperluas jangkauan global (jangkauan global)
  • Peluang untuk mengurangi biaya operasional (operating cost)
  • Kemudahan membangun dan meningkatkan loyalitas pelanggan
  • Perbaiki rantai nilai
  • Membantu mempersingkat waktu produksi
  • Dapat meningkatkan manajemen pemasok

2. Dampak Negatif E-commerce

  • Potensi penipuan dimana seseorang merugi secara finansial karena ditipu oleh pihak lain.
  • Kemungkinan terjadinya pencurian data dan informasi rahasia dan berharga yang dapat mengakibatkan kerugian besar bagi korban
  • Potensi hilangnya peluang bisnis atau kerugian pelanggan karena gangguan sistem, misalnya human error dan pemadaman listrik mendadak.
  • Kemungkinan diakses oleh orang lain tanpa otorisasi, misalnya hacker yang membobol sistem perbankan.
  • Kampanye internet negatif oleh pesaing yang bisa berdampak buruk bagi bisnis
  • Potensi kerugian yang dapat terjadi karena human error, baik disengaja maupun tidak disengaja, serta kerusakan sistem elektronik

E-Commerce di Indonesia Lebih Menjanjikan

Diakui atau tidak, perkembangan e-commerce kini telah jauh melebihi ekspektasi dan membentuk selera konsumen dalam berbelanja. kecepatan akses, lebih banyak stok pilihan, penghematan waktu dan uang menjadikan ini kebutuhan utama.

Hanya saja ada sedikit kekesalan dengan minimnya customer service yang tidak bisa bersentuhan langsung dengan produk asli (untuk produk tertentu). Selain itu, kekurangan e-commerce akan selalu terkendala oleh jangka waktu pengiriman barang.

Saat ini, E-commerce adalah bidang paling lembut untuk dikerjakan. Perubahan konsumen dalam negeri semakin terlihat, terlihat dari hobi belanja online dan juga lahirnya startup di berbagai bidang.

Baca juga: 10+ Jenis Bisnis Online yang Menjanjikan

Demikian penjelasan tentang pengertian E-commerce, jenisnya, dan dampaknya bagi masyarakat. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda.

sumber : maxmanroe.com

Bagaimana Makan
Bagaimana Baru Makan
Baru Makan
informasi Makan
Info Terkini
Petunjuk

Link
Makan
Sepatu
Pintu
Bagaimana
Tanam
Dampak
Pengaruh
Gaya hidupo
Selamat
Datang
Pergi
Serta kembali