definisi insentif

Pengertian Insentif adalah, tujuan, jenis, bentuk dan indikator

Definisi Insentif

Definisi Insentif ini yakni suatu wujud remunerasi spesial yang diberi oleh perseroan pada karyawan ataupun pegawai yaitu di luar pendapatan utamanya, hal itu dilakuakn di dalam menunjang memotivasi atau mendorong pegawai ataupun karyawan itu untuk bisa lebih aktif bertugas dan pula berupaya untuk memperbaiki hasil berkerja di perseroan.

Secara umum pemberian insentif itu diberi pada tenaga penjualan yang sesudah itu sukses menjual dengan melewati dari sasaran yang diberikan perseroan. Misalnya pada sales yang sudah menjual lebih banyak dari sasaran pemasaran. Prinsip pemberian insentif itu berkaitan dengan kemampuan pegawai yang melebihi standar yang telah ataupun sudah ditetapkan perseroan. Atas aktivitas keras serta pula hasil kerja itu hingga pegawai itu kemudian bakal mendapatkan apresiasi, dapat di dalam wujud duit, benda, dan yang lain. Demikian penjelasan defisini insentif, selanjutnya kita akan mengenal tujuan insentif, indikator insentif, dan jenis insentif

"<yoastmark

Tujuan Insentif

Sesuai dengan penjelasan pengertian insentif di atas, kompensasi berupa insentif sangat erat kaitannya dengan motivasi kerja. Jadi, insentif diberikan berdasarkan kinerja atau produksi seorang pekerja.

Berikut adalah tujuan pemberian insentif:

1. Tujuan Insentif bagi Karyawan

Dari sisi karyawan, tujuan pemberian insentif adalah:

  • Meningkatkan dan meningkatkan semangat kerja karyawan agar pekerja berusaha untuk berprestasi di tempat kerja
  • Memperbaiki dan meningkatkan taraf hidup dengan tambahan penghasilan selain gaji pokok

2. Tujuan Insentif bagi Perusahaan

Dari sisi perusahaan, pemberian insentif kepada pekerja bertujuan untuk:

  • Menjaga loyalitas pekerja yang berkualitas
  • Meningkatkan produktivitas perusahaan, dengan kata lain peningkatan hasil produksi untuk setiap unit per unit waktu, serta peningkatan penjualan
  • Menjaga dan meningkatkan moral kerja para pekerja, yang dapat dilihat dari tingkat absensi dan turnover angkatan kerja

baca : Makanan Khas Bali

Indikator Insentif

Dalam memberikan insentif, tentunya perusahaan tidak begitu saja melakukannya. Secara umum terdapat beberapa indikator pemberian insentif, yaitu:

1. Evaluasi Posisi Karyawan

Tingkat jabatan seorang pegawai juga menjadi indikator penting dalam pemberian insentif.

2. Kebutuhan Karyawan

Pemberian insentif kepada karyawan juga dapat didasarkan pada tingkat urgensi kebutuhan kualitas hidup yang lebih baik bagi karyawan.

3. Kinerja Karyawan

Karyawan yang berprestasi atau yang menunjukkan kinerja di atas rata-rata biasanya selalu mendapatkan insentif dari perusahaan.

4. Keadilan dan Keadilan

Perusahaan juga sering memberikan insentif kepada karyawan berdasarkan pengorbanan kerja yang telah dilakukan karyawan.

5. Waktu Kerja Karyawan

Seperti kata pepatah, waktu adalah uang. Insentif yang diterima karyawan juga dapat ditentukan oleh waktu kerja karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya.

6. Senioritas Karyawan

Masa kerja seorang karyawan di suatu perusahaan juga mempengaruhi jumlah insentif yang akan diterimanya.

Penting dibaca : Cara Mengetahui Asuransi

Pengertian Insentif Menurut Para Ahli

Beberapa ahli telah mengutarakan pendapatnya tentang arti insentif, diantaranya adalah:

1. Mangkunegara

Menurut Mangkunegara pengertian insentif adalah suatu bentuk motivasi yang dinyatakan dalam bentuk uang atas dasar kinerja yang tinggi dan juga merupakan rasa pengakuan dari organisasi atas kinerja dan kontribusinya kepada organisasi / perusahaan.

2. Handoko

Menurut Handoko, pengertian insentif adalah insentif yang ditawarkan kepada karyawan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai atau lebih tinggi dari standar yang telah ditetapkan.

3. Andrew F. Sikula

Menurut Andrew F. Sikula, pengertian insentif adalah sesuatu yang mendorong atau mempunyai kecenderungan untuk merangsang suatu kegiatan, insentif adalah motif dan penghargaan yang dibentuk untuk meningkatkan produksi.

4. Gorda

Menurut Gorda, pengertian insentif merupakan sarana untuk memotivasi karyawan dalam bentuk materi, yang diberikan sebagai insentif atau dorongan yang disengaja kepada pekerja guna meningkatkan produktivitas kerjanya di organisasi.

5. Manullang

Menurut Manullang, pengertian insentif merupakan sarana motivasi / sarana yang dapat menimbulkan semangat bagi karyawan.

6. Adams dan Hicks

Menurut Adams dan Hicks, insentif adalah segala bentuk penghargaan dan hukuman (Punishments) yang diterima oleh penyedia layanan (Provider) sebagai konsekuensi dari organisasi tempat mereka bekerja, lembaga tempat mereka beroperasi, dan intervensi yang mereka lakukan.

7. Samsudin

Menurut Samsudin, pengertian insentif adalah pemberian upah atau gaji yang berbeda bukan berdasarkan evaluasi pekerjaan, tetapi karena perbedaan prestasi kerja.

8. Heidjrachman

Menurut Heidjrachman, pengertian insentif merupakan tindakan yang bertujuan untuk memberikan upah / gaji yang berbeda kepada pekerja karena prestasi kerja yang berbeda.

9. Simamora

Menurut Simamora, definisi insentif adalah program yang mengaitkan gaji dengan produktivitas kerja.

10. Hasibuan

Menurut Hasibuan, definisi insentif adalah tambahan remunerasi yang diberikan kepada pegawai tertentu yang kinerjanya di atas standar kinerja. Insentif ini merupakan alat yang digunakan untuk mendukung prinsip keadilan dalam memberikan kompensasi.

11. Pangabean

Menurut Pangabean, yang dimaksud insentif adalah penghargaan yang langsung diberikan kepada karyawan karena kinerjanya melebihi standar yang ditentukan. Dengan asumsi uang dapat mendorong kinerja karyawan menjadi lebih baik, mereka yang produktif lebih memilih gaji yang dibayarkan berdasarkan hasil pekerjaan

12. Ranupandojo dan Suad Husnan

Menurut Ranupandojo dan Suad Husnan, pengertian insentif merupakan salah satu bentuk motivasi yang diekspresikan dalam bentuk uang untuk memotivasi karyawan agar lebih aktif dalam bekerja dan meningkatkan prestasi kerja.

Jenis Insentif

Jenis insentif bisa diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan penerimanya.

1. Jenis Insentif Berdasarkan Kwitansi

Jenis insentif ini  dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:

  • Insentif seluruh pabrik; yaitu memberikan insentif kepada seluruh karyawan perusahaan sesuai dengan kriteria pembayaran yang telah ditentukan oleh perusahaan
  • Insentif kelompok; yaitu memberikan insentif kepada karyawan sesuai dengan standar masing-masing kelompok / kelompok
  • Insentif individu; yaitu insentif yang diberikan kepada seorang karyawan atas kerja keras dan kinerjanya di tempat kerja

2. Jenis Insentif Berdasarkan Bentuknya

Jenis insentif dibedakan menjadi dua berdasarkan bentuknya , yakni:

  • Insentif non-material; yaitu insentif yang diberikan kepada karyawan berupa sertifikat penghargaan, promosi jabatan, jaminan sosial, pujian tertulis dan lisan.
  • Insentif material; yaitu insentif yang diberikan dalam bentuk komisi, bonus, bagi hasil, santunan tangguhan dan tabungan hari tua

Bentuk Insentif

Sebagaimana disebutkan dalam definisi insentif di atas, insentif dapat memiliki berbagai bentuk. Menurut Koontz, insentif bisa dalam bentuk uang, partisipasi, dan lingkungan kerja yang baik.

1. Insentif Berupa Partisipasi

Kesempatan untuk berpartisipasi dan berkomunikasi dengan atasan di perusahaan dapat memberikan dorongan semangat kerja karyawan. Dengan peluang seperti ini, karir seorang karyawan dapat meningkat lebih cepat sesuai dengan kinerjanya.

2. Insentif berupa lingkungan kerja yang baik

Lingkungan kerja yang baik adalah salah satu impian para pekerja. Dengan lingkungan kerja yang baik akan menunjang kenyamanan dalam bekerja dan meningkatkan prestasi kerja.

3. Insentif dalam bentuk uang

Umumnya pekerja lebih suka menerima insentif dalam bentuk uang. Hal ini terkait dengan terwujudnya kualitas hidup karyawan yang lebih baik dari segi finansial.

Prestasi kerja yang baik akan mendukung peluang mendapatkan insentif dari perusahaan. Dengan begitu, kebutuhan hidup para karyawan tersebut terpenuhi dan menjadi lebih baik.