1614352985 Penyusutan diartikan sebagai metode dan contoh penyusutan dalam akuntansi

Penyusutan diartikan sebagai, metode dan contoh penyusutan dalam akuntansi

Definisi Depresiasi
Ilustrasi Depresiasi

Definisi Depresiasi

Apa itu depresiasi? Definisi Depresiasi adalah alokasi yang dibuat secara sistematis untuk mendepresiasi atau mengurangi jumlah aset selama masa manfaatnya.

Aset tetap tersebut merupakan aset perusahaan untuk mendukung kegiatan operasional. Setiap tahun biaya penyusutan muncul pada aset tetap ini sebagai penggunaannya dalam operasi perusahaan.

Secara umum penerapan penyusutan atau penyusutan aktiva tetap pada keuangan perusahaan dapat mempengaruhi laporan keuangannya dan juga perubahan pajak penghasilan badan. Depresiasi sering dipandang sebagai kerugian dalam menghitung nilai, namun bagi seorang akuntan yang memahami laporan keuangan dapat melihat depresiasi sebagai alat untuk alokasi biaya.

Baca juga: Definisi Aset

Pengertian Depresiasi Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami apa arti depresiasi atau depresiasi, kita bisa merujuk pada pendapat beberapa ahli mengenai definisi depresiasi. Berikut pengertian depresiasi menurut para ahli:

1. Sofyan Harahap

Menurut Sofyan Harahap, pengertian depresiasi adalah alokasi harga pokok aktiva tetap selama masa pakai atau bisa juga disebut dengan biaya yang dibebankan pada produksi akibat penggunaan aktiva tetap dalam proses produksi.

2. Kleso, Weygant dan Warfield

Menurut Kleso, Weygant dan Warfield, definisi depresiasi adalah proses akuntansi untuk mengalokasikan biaya aset berwujud ke dalam biaya secara sistematis dan nasional terhadap periode yang diharapkan untuk memanfaatkan penggunaan aset tersebut.

3. Zaki Baridwan

Menurut Zaki Baridwan, pengertian depresiasi adalah bagian dari harga pokok aktiva tetap yang secara sistematis dialokasikan ke dalam biaya periode akuntansi.

4. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

Menurut PSAK No. 17 Pengertian penyusutan adalah alokasi jumlah suatu aset yang dapat disusutkan selama taksiran masa manfaatnya. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan secara langsung atau tidak langsung ke pendapatan.

Baca juga: Definisi Modal

Metode Penyusutan dalam Akuntansi Bisnis

Di perusahaan ada beberapa metode penyusutan yang umum digunakan. Sesuai dengan definisi depresiasi di atas, yang mengharuskan akuntan untuk menggunakan metode depresiasi yang rasional dan sistematis.

Misalnya pada contoh studi kasus, perusahaan Anda ingin membeli mesin produksi baru untuk keperluan tertentu, dapat dijelaskan sebagai berikut:

Penyusutan diartikan sebagai metode dan contoh penyusutan dalam akuntansi
  • Biaya Mesin Produksi Baru = Rp 500 juta
  • Perkiraan Waktu Manfaat = 5 tahun
  • Estimasi Nilai Sisa = Rp50 juta
  • Kehidupan produktif = 30 ribu jam

Dari uraian tersebut, ada beberapa metode penyusutan yang dapat Anda gunakan untuk menghitung beban penyusutan keuangan perusahaan Anda, antara lain:

1. Metode Garis Lurus (Metode garis lurus)

Metode ini juga disebut Metode garis lurus dan merupakan metode yang paling sering digunakan untuk menghitung beban penyusutan. Metode ini berfokus pada depresiasi sebagai fungsi waktu dan bukan fungsi penggunaan.

Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Biaya Penyusutan = (Biaya Aset – Nilai Sisa): (Periode Manfaat Aset)
  • Beban penyusutan = (Rp 500 juta – Rp 50 juta): 5 = Rp 90 juta

Namun, penggunaan metode ini dinilai kurang realistis karena penggunaan aset selalu sama setiap tahun.

2. Metode Penurunan Beban (Metode Pengurangan Pengisian)

Metode ini adalah metode penyusutan dipercepat yang memberikan biaya penyusutan yang lebih tinggi di tahun pertama dan biaya yang lebih rendah di periode berikutnya. Fokus utama dari metode ini adalah membebankan lebih banyak penyusutan pada tahun awal karena aset telah menurun pada tahun tersebut.

Cara ini terbagi menjadi dua bagian yaitu

A. Metode Jumlah Tahun

Perhitungan penyusutan menggunakan pecahan dengan pembilang tahun (5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 15) dan jumlah tahun yang menjadi penyebutnya. Dalam metode ini, pembilang berkurang dari tahun ke tahun dan penyebutnya tetap konstan (5/15, 4/15, 3/15, 2/15 dan 1/15). Berikut ilustrasinya:

Tahun Harga perolehan
(Rp)
Fraksi Depresiasi Beban Penyusutan (Rp) Akumulasi Penyusutan (Rp) Nilai Buku Akhir Tahun (Rp)
1 450.000.000 5/15 150.000.000 150.000.000 350.000.000
2 450.000.000 15/4 120.000.000 270.000.000 230.000.000
3 450.000.000 15/3 90.000.000 360.000.000 140.000.000
4 450.000.000 15/2 60.000.000 420.000.000 80.000.000
5 450.000.000 1/15 30.000.000 450.000.000 50.000.000

B. Metode Penurunan Saldo

Metode saldo menurun menggunakan biaya penyusutan (dalam persentase) yang merupakan kelipatan dari metode garis lurus. Misalnya, beberapa tingkat saldo menurun untuk aset 10 tahun adalah 20% (dua kali lipat biaya garis lurus, yaitu 1/10 atau 10%). Berikut ilustrasinya:

Tahun Biaya (IDR) Nilai Buku Awal (Rp) Tarif Depresiasi (Rp) Akumulasi Penyusutan (Rp) Nilai Buku Akhir Tahun (Rp)
1 500.000.000 500.000.000 40% 200.000.000 200.000.000 300.000.000
2 500.000.000 300.000.000 40% 120.000.000 380.000.000 180.000.000
3 500.000.000 180.000.000 40% 72.000.000 428.000.000 108.000.000
4 500.000.000 108.000.000 40% 43.200.000 456.800.000 64.800.000
5 500.000.000 64.800.000 14.800.000 485.200.000 50.000.000

3. Metode Kegiatan (Penggunaan atau Unit Produksi)

Metode ini mengasumsikan penyusutan sebagai fungsi produktivitas atau penggunaan dan bukan sebagai bagian dari perjalanan waktu. Dengan uraian di atas maka penentuan umur susut suatu mesin produksi tidak mempunyai masalah tersendiri karena penggunaannya relatif mudah untuk diukur.

Jika mesin produksi menggunakan 4.000 jam pada tahun pertama, maka beban penyusutan dapat dihitung sebagai berikut:

Beban penyusutan = [(Rp 500 juta – Rp 50 juta) x 4.000]: 30 ribu = Rp. 60 juta.

Namun, metode ini memiliki keterbatasan karena tidak tepat digunakan dalam situasi penyusutan yang didasarkan pada waktu dan bukan aktivitas.

4. Metode Penyusutan Khusus

Dalam pengertian penyusutan telah dijelaskan bahwa tujuan penyusutan adalah untuk mengetahui manfaat dari aset perusahaan. Namun, dalam beberapa kasus, perusahaan tidak dapat memilih salah satu metode penyusutan di atas karena aset yang terlibat memiliki karakteristik unik atau memerlukan aplikasi khusus.

Ada dua metode khusus yang dapat Anda terapkan dalam hal ini, yaitu:

  • Metode kelompok dan gabungan; sering digunakan pada aset yang cukup homogen dan memiliki fungsi yang hampir sama.
  • Metode campuran dan gabungan; dilaksanakan sesuai keinginan akuntan.

Baca juga: Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Nah, dari ulasan tentang pengertian depresiasi dan jenis-jenis metode perhitungan depresiasi di atas, metode manakah yang paling baik? Jawaban atas pertanyaan ini tergantung dari kondisi aset perusahaan. Semoga bermanfaat.

sumber : maxmanroe.com