1614958743 Tujuan Fungsi dan Jenis Asuransi

Tujuan, Fungsi, dan Jenis Asuransi

Pengertian Umum tentang Asuransi

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan asuransi? Definisi Asuransi merupakan bentuk pengendalian risiko dimana salah satu pihak mengalihkan risiko yang mungkin terjadi dimasa yang akan datang kepada pihak lain, dalam hal ini perusahaan asuransi.

Istilah “asuransi” berasal dari bahasa Inggris, yaitu “Pertanggungan” yang artinya cakupan. Sehingga ada juga yang mengatakan pengertian asuransi adalah kesepakatan antara pihak yang diasuransikan (nasabah) dengan pihak penanggung (perusahaan asuransi) dimana perusahaan asuransi bersedia mengganti kerugian yang mungkin dialami nasabah di kemudian hari. .

Untuk mendapatkan pertanggungan asuransi atas kemungkinan risiko, pihak yang diasuransikan harus membayar premi kepada perusahaan asuransi dalam jangka waktu tertentu.

Pengertian Asuransi Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami apa itu asuransi, kita bisa merujuk pada pendapat para ahli berikut ini:

1. Subekti

Menurut Subekti (2001), pengertian asuransi adalah suatu perjanjian yang termasuk dalam jenis perjanjian kebetulan dimana perjanjian ini sengaja didasarkan pada kejadian-kejadian yang tidak serta merta terjadi dimasa yang akan datang yang kejadian-kejadian tersebut akan menentukan untung dan rugi seseorang. dari para pihak.

2. Emmy Pangaribuan

Menurut Emmy Pangaribuan (1992), pengertian asuransi adalah suatu perjanjian dimana penanggung dengan menikmati premi mengikatkan dirinya kepada tertanggung untuk membebaskan dirinya dari kerugian akibat kehilangan, kehilangan atau kekurangan manfaat yang diharapkan yang akan dideritanya karena ke acara yang tidak pasti.

3. Abbas Salim

Menurut Abbas Salim, pengertian asuransi adalah kesediaan untuk menentukan kerugian kecil atau kecil yang pasti menggantikan (substitusi) kerugian besar yang tidak pasti terjadi di kemudian hari. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masyarakat rela membayar kerugian yang kecil untuk saat ini agar dapat menghadapi kerugian yang besar dengan baik.

4. KUHD pasal 246

Menurut Pasal 246 KUHP, pengertian asuransi adalah suatu perjanjian dimana penanggung mengikatkan diri pada tertanggung, dengan menerima premi, untuk kompensasi kepadanya karena kerusakan atau hilangnya manfaat yang diharapkan yang mungkin dideritanya karena suatu asuransi. acara yang tidak pasti.

Tujuan Asuransi

Sebagaimana disebutkan dalam definisi asuransi di atas, tujuan utama asuransi adalah untuk menjamin kompensasi atas risiko yang mungkin terjadi di kemudian hari.

Tujuan asuransi adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengalihkan sejumlah resiko yang ada pada satu pihak kepada perusahaan asuransi.
  2. Jaminan bagi suatu pihak untuk mendapatkan perlindungan terhadap semua risiko kerugian yang mungkin terjadi.
  3. Untuk meminimalkan potensi kerugian yang lebih besar jika Anda menanggung biaya sendiri saat risiko terjadi.
  4. Khusus untuk asuransi jiwa (life insurance) tertentu, asuransi dapat digunakan sebagai rekening tabungan karena sebagian biaya premi akan dikembalikan kepada nasabah.
  5. Untuk efisiensi bagi suatu perusahaan karena mengurangi biaya pengawasan, pengamanan, dan proteksi yang memakan banyak biaya dan waktu.
  6. Mendapatkan santunan dari nasabah sesuai dengan nilai premi asuransi.
  7. Untuk menutup hilangnya kekuatan penghasilan seseorang atau badan usaha ketika tidak lagi berfungsi atau tidak lagi berfungsi.
  8. Sebagai dasar Bank dalam memberikan kredit kepada seseorang atau badan usaha karena Bank membutuhkan perlindungan atas dana yang dipinjamkan kepada nasabah.

Fungsi Asuransi

Fungsi Asuransi
Fungsi Asuransi

Lalu apa fungsi asuransi? Selain sebagai bentuk manajemen risiko, asuransi memiliki beberapa fungsi penting lainnya. Beberapa fungsi asuransi adalah sebagai berikut:

1. Pengumpul Dana

Dalam hal ini, perusahaan asuransi berperan sebagai pengumpul dana dari masyarakat. Dana yang terkumpul kemudian akan diinvestasikan di berbagai bidang usaha lain agar lebih produktif.

2. Membantu Pengusaha Fokus Pada Bisnis

Setiap model bisnis memiliki risiko di dalamnya. Bagi para pengusaha, asuransi bisnis merupakan sesuatu yang sangat penting untuk membantu mengatasi kecemasan jika terjadi risiko yang tidak diinginkan.

Dengan adanya asuransi di perusahaan, para pengusaha bisa lebih fokus pada operasional dan pengembangan usahanya.

3. Mengurangi Potensi Risiko

Setiap perusahaan asuransi selalu memberikan rekomendasi kepada nasabahnya terkait risiko yang mungkin terjadi. Dengan begitu, seseorang bisa meminimalkan atau bahkan mencegah potensi risiko.

4. Bagikan Risiko Kerugian

Dengan adanya asuransi, potensi kerugian bisa dibagi dengan pihak lain. Dengan kata lain, pembayaran premi yang dilakukan nasabah diimbangi dengan risiko yang dialihkan kepada perusahaan asuransi.

Jenis Asuransi

Jenis Asuransi
Jenis Asuransi

Ada beberapa jenis asuransi yang digunakan untuk berbagai keperluan. Beberapa jenis asuransi adalah sebagai berikut:

  1. Asuransi Kesehatanyaitu jenis asuransi yang memberikan pertanggungan atas gangguan kesehatan akibat kecelakaan atau penyakit.
  2. Asuransi jiwa, yaitu jenis asuransi yang memberikan pertanggungan atas kematian nasabah yang memiliki nilai finansial.
  3. Asuransi pendidikan, yaitu asuransi yang memberikan asuransi pendidikan kepada tertanggung.
  4. Asuransi Bisnisyaitu asuransi yang memberikan jaminan kepada perusahaan jika terjadi risiko yang menimbulkan kerugian, seperti kerugian, kerusakan, dan lain sebagainya.
  5. Asuransi Kepemilikan Rumah dan Propertiyaitu asuransi yang menjamin pemilik rumah atau harta benda jika terjadi kerusakan harta benda.
  6. Asuransi kendaraanyaitu asuransi yang memberikan pertanggungan bagi kendaraan jika terjadi risiko seperti kerusakan akibat kecelakaan, kerugian, dan lain-lain.

sumber : maxmanroe.com